Lebih dari 10 tahun pengalaman dalam pembuatan lampu tenaga surya.rebacca@litelsolar.com
+86 20 36028881

Petaling Jaya: Hingga 31 Desember 2020, tarif listrik di Semenanjung Malaysia tidak akan direvisi.
Tenaga Nasional Terbatas(TNB)
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh media, disebutkan bahwa pemerintah telah menyetujui rencana tarif saat ini untuk negara-negara Semenanjung mulai 1 Januari tahun depan hingga 31 Desember 2020.
Tansri Leo Moggie, ketua TNB, mengisyaratkan langkah tersebut dalam sebuah konferensi pers pekan lalu setelah rapat pemegang saham tahunan perusahaan.
State Utilities mengatakan pemerintah juga setuju untuk menyediakan 929 ringgit.
Subsidi sebesar $37 juta dan 1.
Dari tanggal 1 Januari hingga 30 Juni 2018, nilainya adalah 80 SEN/kWh.
"Ini termasuk 0."
Biaya tambahan untuk menghasilkan listrik adalah 28 SEN/kWh, 1.
52 sen/kWh untuk melanjutkan biaya tidak seimbang saat ini (ICPT)
"Potongan harga untuk pelanggan," katanya.
Namun TNB mengatakan 1.
Diskon ICPT 52 SEN/kWh tidak akan tersedia bagi konsumen rumah tangga dengan konsumsi bulanan 300 kWh atau kurang.
Bagi pengguna lain, ini berarti mereka akan membayar tagihan listrik yang sama untuk periode dari 1 Januari hingga 30 Juni 2018.
"Enam ringgit telah disetujui oleh pemerintah."
"Dari Maret 2015 hingga Juni 2018, total rabat pelanggan TNB di Semenanjung Malaysia adalah 33 miliar," kata TNB.
Dalam pengumuman yang sama, perusahaan tersebut meyakinkan pelanggan bahwa mereka akan terus mendapatkan manfaat dari pasokan listrik yang andal seiring dengan pengembangan infrastruktur teknologi yang lebih canggih dan rencana dukungan lainnya.
Ini termasuk pengembangan infrastruktur metrologi canggih, jaringan serat optik, lampu jalan LED yang efisien, proyek energi surya di universitas negeri, dan program pendidikan sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan.
TNB menyatakan pekan lalu bahwa mereka akan terus berinvestasi di energi terbarukan. (RE)
Kapasitas produksi lokal dan asing, sementara proses tender terus berlanjut pada tahun 2018, dengan fokus pada proyek tenaga surya dan angin.
Presiden dan CEO perusahaan, Datuk Serry Azman Mohid, mengatakan setelah rapat pemegang saham tahunan perusahaan bahwa-
Strategi jangka panjang mencakup ekspansi ke luar negeri karena penjualan listrik di pasar domestik tergolong moderat.
Ia menjelaskan bahwa perubahan struktural dalam perekonomian Malaysia berarti perusahaan perlu berinvestasi di pasar logam tanah jarang dan pasar luar negeri untuk mencapai pertumbuhan.
Menurut Azman, upaya TNB di masa mendatang akan dipandu oleh rencana strategisnya. (2017-2025)
Membangun di atas pilar-pilar utama pertumbuhan berkelanjutan dan berkesinambungan.
Saham Qiuming Bank ditutup stagnan di harga 14 ringgit kemarin. 98 dengan 8.
Sebanyak 0,9 juta saham berpindah tangan.
Tautan Cepat
Hubungi kami
Sentuhan yang Lebih Baik, Bisnis yang Lebih Baik
Hubungi Bagian Penjualan di Litel Technology
+86 20 3602 8881